Siapa yang tidak tahu tentang nasi tumpang. Makanan yang memiliki cita rasa khas ini sudah menjelajah ke seluruh nusantara. Terlebih di kota asalnya, Kediri, nasi tumpang juga tetap menjadi idola, baik oleh warganya maupun masyarakat pendatang yang sengaja ingin menikmati sensasi pedasnya.
Bagaimana nasi tumpang yang sudah ada sejak bertahun-tahun
lalu masih bertahan hingga saat ini? Bagaimana peran para pedagang nasi tumpang
tetap konsisten menjual makanan khas daerah mereka dan menyajikannya sama
persis dengan resep awalnya?
Di tempat asalnya. Di Kota Kediri misalnya, setiap malam, di
sepanjang Jl Doho saja selalu berjajar puluhan pedagang nasi tumpang. Tidak
heran, akhirnya kawasan yang saat malam hari menjadi pusat perbelanjaan,
berubah total saat lampu jalan mulai dinyalakan.
Setiap malam, sekitar pukul 21.00 WIB, para pedagang kuliner
khas Kota Kediri tersebut sudah mulai mempersiapkan dagangannya. Ada yang
menggunakan meja atau kursi kecil. Ada juga yang lebih menyukai sensasi lesehan
di atas tikar atau karpet.
Sejak menjadi langganan masyarakat Kediri dan sekitarnya,
kawasan Jl Doho kini menjadi rujukan bagi para pendatang yang singgah di Kota
Kediri. Suasana malam dengan lalu lintas kendaraan yang sepi menjadi penikmat
tersendiri saat menyantap hidangan Nasi Tumpang khas Kediri.
Seperti diketahui, sambal tumpang sendiri terbuat dari tempe
yang telah busuk. Sering disebut juga tempe bosok (jawa,red). Setelah itu,
tempe busuk dimasak dengan aneka bumbu seperti cabai, bawang, garam, serta
aneka bumbu lainnya. Banyak yang mungkin tidak mengira bahwa bahan utama yang
digunakan untuk membuat sambal tumpang adalah tempe busuk. Tak perlu khawatir
dengan itu, masyarakat pasti akan ketagihan setelah mengetahui rasanya.
Terus menyajikan rasa yang khas setiap saat menjadi andalan
sajian sambal tumpang bisa bertahan hingga saat ini. Makanan yang sering
dipakai sebagai pelengkap nasi tersebut bahkan tidak terpengaruh dengan
banyaknya sajian-sajian kuliner yang baru-baru ini muncul. Dengan harga satu
porsi antara Rp 8 ribu, menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk bisa
menikmati menu khas dengan suasanya yang menyenangkan.
.png)
0 Komentar