Jalan-jalan ke Kediri rasanya tidak akan afdol jika kita belum berkunjung ke tempat wisata yang memiliki beragam sejarah dan mitos satu ini. Gunung Kelud yang berdiri kokoh di Blitar dan Kediri, Jawa Timur merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Walaupun mendapat julukan gunung berapi aktif tercebol dengan tinggi 1.731 mdpl, ketika meletus tetap menggetarkan.

Menurut goodnewsfromindonesia.id, sejak abad ke 15, letusan Gunung Kelud telah menelan korban jiwa lebih dari 15 ribu orang. Misalnya pada 1586, korbannya menyentuh 10 ribu orang. Ketika memasuki abad ke 20, tercatat letusannya terjadi pada tahun 1901, 1919, 1951, 1966,dan 1990.

Kita tentunya masih ingat jika ditanya ada kejadian apa pada 13 Februari 2014, tepatnya di hari kamis, malam itu Gunung Kelud kembali meletus dan letusan ini menjadi salah satu letusan paling besar sepanjang sejarah. Suara dentumannya bahkan sampai terdengar hingga Yogyakarta. Tak hanya itu, abu vulkanik juga menyelimuti langit pulau Jawa.

Abu vulkanik dari letusan tahun 2014 yang menjangkau Yogyakarta.

Menarik lagi saat kita membahas mitos cerita dari Gunung Kelud, dimana konon Gunung Kelud dipercaya bukan berasal dari gundukan tanah yang meninggi secara alami. Seperti halnya Tangkuban Perahu, Gunung Kelud terbentuk dari sebuah pengkhianatan cinta seorang putri bernama Dewi Kilisuci terhadap Lembu Sura.

Baca juga: Gunung Kelud danLegenda Pengkhianatan Cinta Dewi Kilisuci

Secara geografis, seluruh gunung berapi di Indonesia merupakan bagian dari Cincin Api Pasifik (the Pacific Ring of Fire). Sedangkan gunung berapi yang paling aktif adalah Kelud dan Merapi di Pulau Jawa, yang bertanggung jawab atas ribuan kematian akibat letusannya. Sejak tahun 1000, Kelud telah meletus lebih dari 30 kali, dengan letusan terbesar berkekuatan 5 VEI (Volcanic Explosivity Index).

The Pacific Ring of Fire dan Foto Sejarah Gunung Kelud

foto: geodesigeodinamik.ft.ugm.ac.id

Cincin Api Pasifik atau the Pacific Ring of Fire adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa Pasifik.

Sekitar 90% dari gempa bumi yang terjadi dan 81% dari gempa bumi terbesar terjadi di sepanjang Cincin Api ini. Daerah gempa berikutnya (5-6% dari seluruh gempa dan 17% dari gempa terbesar) adalah sabuk Alpide yang membentang dari Jawa ke Sumatra, Himalaya, Mediterania hingga ke Atlantika.

Indonesia berada di jalur gempa teraktif di dunia karena dikelilingi oleh Cincin Api Pasifik dan berada di atas tiga tumbukan lempeng benua, yakni, Indo-Australia dari sebelah selatan, Eurasia dari utara, dan Pasifik dari timur. Kondisi geografis ini di satu sisi menjadikan Indonesia sebagai wilayah yang rawan bencana letusan gunung api, gempa bumi, dan tsunami.

Namun di sisi lain, hal ini menjadikan Indonesia sebagai wilayah yang subur dan kaya secara hayati. Debu akibat letusan gunung berapi menyuburkan tanah sehingga masyarakat tetap banyak yang tinggal di area sekitar gunung berapi. Jalur Cincin Api juga memberikan potensi energi tenaga panas bumi yang dapat digunakan sebagai sumber tenaga alternatif.

Kelud 2022

Foto Sejarah

Berikut adalah foto-foto wajah Gunung Kelud dari masa ke masa, koleksi dari Kurkdjian Soerabaia, Tropen Museum-Belanda, Wikipedia, Landslides.usgs, Andhika Yuswantara, Pemkab Kediri dan CCTV Badan Geologi RI. (KF-Vey).

Foto: Alif/pasangmata.com (halilintar saat Gunung Kelud meletus 2014

Kawah dinding Gunung Kelud tahun 1890.

Setelah letusan Gunung Kelud tahun 1919.

Susunan batu dalam bentuk pipa organ di kawah Gunung Kelud April 1919

Foto bersama rombongan pendaki dari Eropa bersama warga pribumi di salah satu puncak Gunung Kelud Mei 1919.



Aliran lahar Gunung Kelud tahun 1919.

Kaldera Gunung Kelud tahun 1919.

Kawah Gunung Kelud, April tahun 1919.

Dr. Pedro Arens bersama rombongan yang terdiri dari seorang wanita dan pria Eropa saat mendaki Gunung Kelud tahun 1922.


Pemandangan Gunung Kelud berikut danaunya dilihat dari atas pesawat pada tahun 1926.

Letusan Gunung Kelud tahun 1951.

Danau yang indah di lereng Gunung Kelud tahun 1980. Sejak tahun 2007 danau tersebut hilang karena tertimbun material vulkanik. (foto: pemkab Kediri)

Kubah lava Gunung Kelud yang terbentuk setelah letusan pada 2007. Kemunculan kubah ini mengubah jenis letusan Gunung Kelud yang sebelumnya bertipe letusan danau. Setelah letusan pada 2007 itu danau dan air di kawah Gunung Kelud pun hilang, dengan kemunculan kubah lava baru atau kadang disebut anak Gunung Kelud.

Kubah lava Gunung Kelud yang terbentuk setelah letusan pada 2007 mengeluarkan lava pijar. Kemunculan kubah ini mengubah jenis letusan Gunung Kelud yang sebelumnya bertipe letusan danau. Setelah letusan pada 2007 itu danau dan air di kawah Gunung Kelud pun hilang, dengan kemunculan kubah lava baru atau kadang disebut anak Gunung Kelud.

Halilintar menyambar saat Gunung Kelud meletus dengan suara dentuman yang sangat keras pada Kamis malam, 13 Februari 2014 (foto: Andhika Yuswantara)

Wajah Gunung Kelud saat ini (17 Februari 2014), setelah terjadi letusan/erupsi pada 13 Februari 2014. Bersamaan dengan letusan yang dahsyat tersebut kubah lava yang berada di kawah Gunung Kelud pun menghilang.